Reproduksi merupakan ciri utama makhluk hidup
yang bertujuan untuk mempertahankan kelestarian jenisnya. Reproduksi
pada manusia diawali oleh peleburan sel kelamin jantan (sperma) dengan
sel kelamin betina (ovum) yang menghasilkan zigot. Berdasarkan
kepemilikan alat kelaminnya, manusia dikelompokkan menjadi organisme
yang bersifat gonochoris (satu individu memiliki satu alat kelamin).
Sistem reproduksi manusia, baik laki-laki maupun wanita, memiliki empat komponen utama dalam sistem reproduksinya, yaitu:
1. Organ penghasil sel kelamin,
2. Saluran reproduksi,
3. Kelenjar tambahan, dan
4. Alat kopulasi (senggama)
1. Sistem Reproduksi Laki-laki
Sistem reproduksi laki-laki dirancang untuk
menghasilkan, menyimpan dan mengirimkan sperma. Sistem reproduksi
laki-laki terdiri dari:
- Alat kelamin luar : terdiri dari skrotum dan penis.
- Alat kelamin dalam : terdiri atas testis, kelenjar aksesori dan tubulus.
Sistem reproduksi Pria
Vesikula seminalis atau kantung semen adalah kelenjar
berlekuk-lekuk yang terletak di belakang kantung kemih. Dinding
vesikula seminalis menghasilkan makanan yang merupakan sumber makanan
bagi sperma. Cairan vesika seminalis bersifat basa (alkalis) dan
menyumbangkan 60% dari komposisi total cairan semen. Kandungan cairan
vesika seminalis mengandung mukus, fruktosa (yang menyediakan sebagian
besar energi yg digunakan oleh sperma), enzim pengkoagulasi, asam
askorbat, dan protasglandin.
Kelenjar ini letaknya melingkari bagian atas uretra
di bawah kandung kemih. Kelenjar ini merupakan pensekresi semen
terbesar, yang langsung mensekresikan produknya menuju uretra melalui
beberapa saluran kecil. Cairan prostat bersifat encer, seperti susu, dan
mengandung enzim antikoagulan, nutrisi bagi sperma, dan sedikit asam.
Kelenjar ini juga dikenal sebagai kelenjar
bulbouretra. Kelenjar cowper terletak di sepanjang uretra di bawah
prostat. Fungsinya adalah mensekresikan mukus dan cairan bening yang
menetralkan setiap urin asam yang masih tersisa dalam uretra. Dalam fiqh
Islam, para ulama sepakat menghukumi cairan ini dengan najis sedang,
karena cairan berwarna bening ini membawa serta urine yang masih tersisa
di dalam saluran uretra.
Cairan dari kelenjar bulbouretra ini membawa sebagian
sperma yang dibebaskan sebelum ejakulasi. Hal inilah yang menjadi
alasan sering gagalnya teknik kontrasepsi atau kontrol kelahiran dengan
cara menarik penis sebelum ejakulasi.
Sistem reproduksi Wanita
Manusia berkembang biak secara generatif atau seksual
karena pembuahan hanya dapat terjadi jika sel kelamin jantan (sperma)
membuahi sel kelamin betina (sel telur). Dalam Biologi, seks
didefinisikan sebagai keseluruhan struktur dan fungsi yang mencirikan
perbedaan antara jantan dan betina. Oleh karena alat-alat seksual
manusia terpisah antara jantan dan betina, organ reproduksi manusia
disebut berumah dua atau dioecius .
1. Organ Reproduksi Wanita
Organ reproduksi wanita dimulai dari tempat pembentukan sel telur yang disebut ovarium . Ovarium ada sepasang dan setiap bulannya bergantian menghasilkan sel telur. Pada manusia, sel telur berkembang di sebuah kantung khusus yang disebut folikel de Graaf . Di kantung ini, sel telur mengalami pertumbuhan hingga akhirnya dikeluarkan dari ovarium. Proses
keluarnya sel telur dari ovarium disebut ovulasi.
Organ reproduksi wanita dimulai dari tempat pembentukan sel telur yang disebut ovarium . Ovarium ada sepasang dan setiap bulannya bergantian menghasilkan sel telur. Pada manusia, sel telur berkembang di sebuah kantung khusus yang disebut folikel de Graaf . Di kantung ini, sel telur mengalami pertumbuhan hingga akhirnya dikeluarkan dari ovarium. Proses
keluarnya sel telur dari ovarium disebut ovulasi.
Sel telur yang diovulasikan akan bergerak menuju
dinding rahim melalui sebuah saluran yang dinamakan tuba Fallopi . Di
saluran inilah umumnya fertilisasi oleh sperma terjadi. Sel telur yang
dibuahi atau yang tidak dibuahi akan mencapai uterus dalam jangka waktu
satu minggu. Dinding uterus mengandung banyak pembuluh darah yang
menyediakan suplai makanan
dan oksigen bagi calon bayi.
dan oksigen bagi calon bayi.
Rahim (uterus) mempunyai ukuran panjang sekitar 7 cm
dan lebar sekitar 4–5 cm. Namun, akan mampu menampung bayi dengan
panjang 45 cm dan berat hingga 4 kg. Jika tidak terjadi pembuahan,
dinding endometrium rahim akan meluruh sehingga terjadilah menstruasi
pada wanita. Proses tersebut dipengaruhi oleh hormon-hormon yang saling
bekerja sama untuk mempersiapkan kehamilan.
Organ reproduksi wanita bagian luar adalah vagina (
Gambar di atas). Vagina merupakan saluran dengan dinding tebal, tempat
masuknya sperma dan keluarnya bayi ketika dilahirkan. Proses masuknya
sel sperma didahului dengan masuknya penis pada lubang vagina. Proses
ini dinamakan dengan coitus atau senggama .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar