Sabtu, 01 November 2025

Sistem Reproduksi Manusia


Reproduksi merupakan ciri utama makhluk hidup yang bertujuan untuk mempertahankan kelestarian jenisnya. Reproduksi pada manusia diawali oleh peleburan sel kelamin jantan (sperma) dengan sel kelamin betina (ovum) yang menghasilkan zigot. Berdasarkan kepemilikan alat kelaminnya, manusia dikelompokkan menjadi organisme yang bersifat gonochoris (satu individu memiliki satu alat kelamin). 

Sistem reproduksi manusia, baik laki-laki maupun wanita, memiliki empat komponen utama dalam sistem reproduksinya, yaitu:

1. Organ penghasil sel kelamin,
2. Saluran reproduksi,
3. Kelenjar tambahan, dan
4. Alat kopulasi (senggama)


1. Sistem Reproduksi Laki-laki
Sistem reproduksi laki-laki dirancang untuk menghasilkan, menyimpan dan mengirimkan sperma. Sistem reproduksi laki-laki terdiri dari:
  • Alat kelamin luar : terdiri dari skrotum dan penis.
  • Alat kelamin dalam : terdiri atas testis, kelenjar aksesori dan tubulus.

Sistem reproduksi Pria

kelenjar_reproduksi_priaPada sistem reproduksi pria, selain dikenal organ-organ reproduksi utama, terdapat pula kelenjar aksesori atau kelenjar reproduksi. Kelenjar ini mengeluarkan cairan semen yang berfungsi mengaktifkan dan memelihara sel sperma. Kelenjar reproduksi terdiri atas kelenjar-kelenjar berikut.


Vesikula seminalis atau kantung semen adalah kelenjar berlekuk-lekuk yang terletak di belakang kantung kemih. Dinding vesikula seminalis menghasilkan makanan yang merupakan sumber makanan bagi sperma. Cairan vesika seminalis bersifat basa (alkalis) dan menyumbangkan 60% dari komposisi total cairan semen. Kandungan cairan vesika seminalis mengandung mukus, fruktosa (yang menyediakan sebagian besar energi yg digunakan oleh sperma), enzim pengkoagulasi, asam askorbat, dan protasglandin.

Kelenjar ini letaknya melingkari bagian atas uretra di bawah kandung kemih. Kelenjar ini merupakan pensekresi semen terbesar, yang langsung mensekresikan produknya menuju uretra melalui beberapa saluran kecil. Cairan prostat bersifat encer, seperti susu, dan mengandung enzim antikoagulan, nutrisi bagi sperma, dan sedikit asam.

Kelenjar ini juga dikenal sebagai kelenjar bulbouretra. Kelenjar cowper terletak di sepanjang uretra di bawah prostat. Fungsinya adalah mensekresikan mukus dan cairan bening yang menetralkan setiap urin asam yang masih tersisa dalam uretra. Dalam fiqh Islam, para ulama sepakat menghukumi cairan ini dengan najis sedang, karena cairan berwarna bening ini membawa serta urine yang masih tersisa di dalam saluran uretra.

Cairan dari kelenjar bulbouretra ini membawa sebagian sperma yang dibebaskan sebelum ejakulasi. Hal inilah yang menjadi alasan sering gagalnya teknik kontrasepsi atau kontrol kelahiran dengan cara menarik penis sebelum ejakulasi.

Sistem reproduksi Wanita

imagePada wanita, hormon yang berperan dalam pendewasaan seksual primer dan sekunder adalah hormon estrogen, biasanya terjadi pada usia 11–13 tahun. Ciri-ciri kelamin sekunder pada wanita adalah mulai tumbuhnya bagian bagian khas seorang wanita, seperti payudara yang membesar, pinggul, serta tumbuh rambut di sekitar kelamin dan ketiak. Hormon pada wanita juga banyak memengaruhi siklus reproduksi dan proses kehamilan.

Manusia berkembang biak secara generatif atau seksual karena pembuahan hanya dapat terjadi jika sel kelamin jantan (sperma) membuahi sel kelamin betina (sel telur). Dalam Biologi, seks didefinisikan sebagai keseluruhan struktur dan fungsi yang mencirikan perbedaan antara jantan dan betina. Oleh karena alat-alat seksual manusia terpisah antara jantan dan betina, organ reproduksi manusia disebut berumah dua atau  dioecius .


1. Organ Reproduksi Wanita
Organ reproduksi wanita dimulai dari tempat pembentukan sel telur yang disebut  ovarium . Ovarium ada sepasang dan setiap bulannya bergantian menghasilkan sel telur. Pada manusia, sel telur berkembang di sebuah kantung khusus yang disebut folikel de Graaf . Di kantung ini, sel telur mengalami pertumbuhan hingga akhirnya dikeluarkan dari ovarium. Proses
keluarnya sel telur dari ovarium disebut  ovulasi.


Sel telur yang diovulasikan akan bergerak menuju dinding rahim melalui sebuah saluran yang dinamakan  tuba Fallopi . Di saluran inilah umumnya fertilisasi oleh sperma terjadi. Sel telur yang dibuahi atau yang tidak dibuahi akan mencapai uterus dalam jangka waktu satu minggu. Dinding uterus mengandung banyak pembuluh darah yang menyediakan suplai makanan
dan oksigen bagi calon bayi.


Rahim (uterus) mempunyai ukuran panjang sekitar 7 cm dan lebar sekitar 4–5 cm. Namun, akan mampu menampung bayi dengan panjang 45 cm dan berat hingga 4 kg. Jika tidak terjadi pembuahan, dinding endometrium rahim akan meluruh sehingga terjadilah menstruasi pada wanita. Proses tersebut dipengaruhi oleh hormon-hormon yang saling bekerja sama untuk mempersiapkan kehamilan.


Organ reproduksi wanita bagian luar adalah vagina  ( Gambar di atas). Vagina merupakan saluran dengan dinding tebal, tempat masuknya sperma dan keluarnya bayi ketika dilahirkan. Proses masuknya sel sperma didahului dengan masuknya penis pada lubang vagina. Proses ini dinamakan dengan coitus  atau senggama .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar